Aku kehilangan “mbok Mar”
Desember 26, 2009 pada 5:33 am | Ditulis dalam SuAsANa HaTi | Tinggalkan KomentarSudah 27 tahun dia ada bersamaku, ya..sosok wanita tua dengan kain batiknya dan kebaya yg slalu dipakainya utk sehari-hari, adalah wanita yg sangat berarti dan berjasa buatku. “Mbok Mar” dari nama “Marpiah” sejak aku kecil menjadi orang yg slalu menjagaku, menggendongku, menyuapiku dan menjemputku ketika asik bermain. Selalu menyemprotkan parfum ditubuhnya sehabis mandi, biar aku betah dipeluknya.
Aku ingat, ketika usiaku 3 tahun dan menjadi rebutan kakak2ku tercinta buat bermain dgnku yg gemuk dan lucu saat itu, berontakanku membuat kepalaku terbentur sudut lemari kamar ibuku hingga bercucuran darah dan masih membekas sampai sekarang. Dengan cepat ibuku mengambil kain utk menutupi luka dijidatku dan Mbok Mar berlari menjemput dan menggendongku sampai kain batiknya berlumuran darah (ya, lukaku cukup dalam & lebar). Ayah, Ibu dan Mbok Mar mengantarku di rumah sakit dan menjahit luka itu. Makasih Ayah, Ibu dan Mbok Mar…Smoga Allah memberkahimu..Amin3x..
Di umurku 5 tahun dan aku masuk TK, Mbok Mar slalu mengantarku dan menungguku hingga pulang sekolah bahkan kadang ikut masuk ke ruang kelas. Kalau ada anak2 lain yg usil..tidak segan2 dia marah dan menasehati anak2 itu utk menjauhiku. Galak, memang orangnya galak dan tegas, disiplin dan sangat rajin…hingga aku tidak pernah terlambat sekolah, tidak telat makan, les belajar tepat waktu, baju2ku bersih dan rapih, selalu dapat makanan kesukaanku bahkan sering menyampaikan pesan jika ada teman laki2 yg berkunjung ke rumah meskipun akhirnya ditolak oleh ayahku. Terima kasih Mbok Mar..jasamulah yg menjadikanku hingga seperti skg ini…smoga Allah SWT menyayangimu seperti kau menyayangiku…
Akhirnya saat aku SMP, aku lebih sering melakukan aktivitasku di sekolah tanpa dia, tapi setiap pulang sekolah..dia slalu menawarkan aku, “mau makan apa? Ntar Mbok beliin”, setiap aku belajar dia menungguku kecuali ketika Ibuku membutuhkannya, kadang aku juga cerita kejadian sekolah padanya (saat menulis ini menetes air mataku..). Aku menginjak remaja dan mulai sering terdengar dering telpon rumah dari teman2 laki2 satu sekolah. Meski ayahku melarang aku utk pacaran karena usiaku masih kecil, Mbok Mar itu mendukungku (he3x..) meski sambil menasehati panjang lebar dan slalu bilang “sebaiknya kalau pacaran itu, kalau kamu sudah besar..biar tidak mengganggu pelajaran” (dan aku menuruti kata2nya dan tidak pacaran).
Akhirnya masa SMA pun aku masih sering menghabiskan waktu bersamanya, meski sekolahku di luar kota. seminggu sekali aku berjumpa dgn Mbok Mar. Seperti biasanya, setiap aku datang slalu ditawarkan “pengen makan apa?” dan slalu menemaniku menunggu travel untuk perjalanank, bener2 perhatianyg tak terlupakan… Suatu hari, aku mengalami kecelakaan sebelum ke sekolah dan harus dirawat inap karena ada beberapak luka yg perlu dijahit dan perlu perawatan. Mbok mar inilah yg menungguiku sepanjang hari, selama seminggu..menyiapkan makananku, baju gantiku, bahkan mengelap badanku yg waktu itu belum bisa dibasahi semua karena beberapa luka. Sampai aku kenalkan dgn teman2 SMA dan mengobrol bersama mereka. Kakakku (almarhumah) kuga sesekali datang dan menungguiku, mambawakan oleh2 kesukaanku, makasih ya Kak Istiqomah..Smoga Allah menyayangi-Mu di akhirat kini..Amin..
Saat pinangan suamiku, Mbok Mar mendampingiku bersama Nenek dan Ayah Ibuku. Tampak wajahnya berseri-seri namun tidak menyembunyikan kerutan di dahinya yg smakin banyak dan ubannya yg masih kelihatan meski sudah ditutup kerudung. Mbok Mar sangat bahagia dan tidak henti-hentinya mendoakan aku agar mempunyai keluarga sakinah, ma wadah, wa rohmah amin3x… Makasih ya Mbok Mar, smoga Allah SWT mengampuni dosa-dosamu..
Setiap lebaran kini, aku hanya dapat bertemu sebentar denganmu, memberikan oleh2 dan uang saku yg tidak bisa membalas jasamu padaku yg begitu besar..bahkan air seluruh laut utara pun bagiku tidak bisa menggantikannya. sabtu malam tgl 19 desember 2009, kau sempat mengirimkan keponakanmu untuk menyampaikan permintaan maafmu pada orang tuaku, dan kami smua mendoakanmu..smoga apapun yg Allah SWT kehendaki adalah yg terbaik untukmu Amin…
Minggu, 20 Desember 2009, telpon rumahku berdering dan…suara Ibuku dari sebrang telpon memberitahukan bahwa Mbok Mar telah meninggal dunia..Innalillahi wa inna ilaihi rojinguuun… air mataku menetes dan tangisanku lama2 menderu, aku tidak bisa pulang saat2 terakhirnya karena keegoisanku dgn kepentinganku di Jakarta dgn dalih tanggung jawab pekerjaan.
Selamat jalan Mbok Mar, doaku slalu menyertaimu dan smoga Allah SWT mengabulkan doa2ku untukmu..
Smoga Allah menyayangimu, memberikan tempat yg baik untukmu dan mengampuni dosa-dosamu Amin3x…
Kaulah orang yg berjasa buat Ayah, Ibu dan keluargaku semua..
Blog pada WordPress.com. | Tema: Pool oleh Borja Fernandez.
Tulisan dan komentar feeds.